Mendengar berita di radio maupun media elektronik lainnya, bahwa telah terjadi penyerangan terhadap jamaah salafi di Lombok , Nusa Tenggara Barat. Akar masalahnya adalah masyarakat di sekitar tidak mau dikatakan menyimpang karena teguh memegang ajaran islam yang terikat dengan adat istiadat.
Mengapa ini terjadi, dikarenakan Manhaj Salaf mengajarkan tentang kemurniaan Tauhid dan terbebas dari virus TBC. masyarakat sekitar mengganggap bahwa tradisi seperti srakalan, dan tradisi tradisi lainnya tidak bertentangan dengan ajaran Islam.
JALAN SALAF JAMINAN KEBENARAN
“Kembali kepada Al Qur’an dan As Sunnah” telah menjadi slogan umum. Namun memahami keduanya dan mengamalkan kandungannya, agar sesuai dengan yang dimaukan Rasulullah , merupakan persoalan tersendiri. Kepada siapa kita harus merujuk?
Pada edisi sebelumnya telah dijelaskan, siapakah yang dimaksud dengan Ahlus Sunnah wal Jama’ah dan manhaj (jalan/metode) yang mereka tempuh. Mereka bukanlah manusia khusus yang diciptakan oleh Allah untuk membawa amanat syariat-Nya. Juga bukan malaikat yang diutus oleh Allah untuk mengajarkan manusia tentang agama-Nya. Mereka adalah kaum muslimin itu sendiri yang memahami agamanya dengan benar berdasarkan Al Qur’an dan As Sunnah di atas pemahaman salafus shalih (pendahulu yang shalih).
Mereka (para shahabat ridhwanullah ‘alaihim ajma’in) adalah umat terbaik yang diciptakan untuk mendakwahkan kebenaran agama ini kepada seluruh umat. Mereka adalah generasi terbaik umat ini dari kalangan shahabat, tabi’in dan tabi’ut tabi’in, serta orang-orang yang mengikuti mereka di atas kebenaran. Mereka adalah salafus shalih, firqatun najiyah (orang-orang yang selamat), thaifah al manshurah (orang-orang yang selalu ditolong), ahlul hadits, ahlul atsar, dan mereka adalah salafiyyun.
Mereka adalah pilihan Allah dari segenap hamba-Nya yang akan menyuarakan kebenaran di mana saja dan kapan saja, bagaimanapun besar tantangan dan rintangan yang dihadapi. Slogan mereka adalah firman Allah:
“Kebenaran itu datang dari Rabbmu, maka janganlah kamu sekali-kali termasuk orang-orang yang ragu.” (Al- Baqarah: 147)
Juga sabda Rasulullah : “Katakan yang benar walaupun pahit dan jangan kamu gentar cercaan orang yang mencerca.” ( HR. Al Baihaqi dalam Kitab Syu’abul Iman dari shahabat Abu Dzar. Lihat Al Misykat 3/ 1365)
Dari sinilah nama salafus shalih diabadikan oleh sejarah. Ditulis dengan tinta emas, terus dikenang, serta menjadi rujukan generasi sesudahnya. Bukankah ini merupakan satu kemuliaan dari Allah karena apa yang telah mereka berikan untuk agama-Nya? Dan karena apa yang mereka tempuh ketika Rasulullah masih hidup dan setelah wafat beliau?
Jawabannya adalah ya. Mereka mendapatkan yang demikian ini karena mereka berjalan di atas jalan Rasul-Nya. Abu Bakar z, khalifah pertama yang menggantikan Rasulullah sebagai pemimpin umat ini, telah mendapatkan jaminan masuk surga, padahal ketika itu beliau masih hidup. Bukankah ini kemuliaan bagi beliau? Apakah manhajnya Abu Bakar sesuai manhajnya Rasulullah? Jawabannya tentu ya.
Begitu juga Umar, Utsman, Ali, dan para shahabat yang lain yang telah mendapatkan jaminan dari Rasulullah untuk masuk surga, padahal kaki-kaki mereka masih menapaki kehidupan. Merekalah yang juga disebutkan oleh Allah di dalam Al Qur’an: “Merekalah orang-orang yang telah diberikan nikmat oleh Allah dari kalangan para nabi, orang-orang yang jujur, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang shalih”. (An-Nisaa’: 69)
Siapa lagi yang dimaksud dalam ayat ini setelah para nabi, kalau bukan orang-orang yang mengikuti mereka di atas manhaj Allah dari kalangan shahabat?
Mereka adalah generasi yang berusaha untuk mendapatkan dan mengambil warisan terbanyak dari Rasulullah . Duduk dan keluar dari majelis Rasulullah dalam keadaan membawa kemurnian agama Islam, yang malamnya seperti siangnya dan tidak ada seorangpun dari mereka yang menyimpang, melainkan akan binasa seumur hidup jika tidak segera bertaubat kepada Allah.
Manhaj Salaf Cerminan Kemurnian Islam
Rentang waktu yang panjang sangat memungkinkan menyebabkan jauhnya umat dari kemurnian ajaran Islam. Apalagi, umat ini terus berganti generasi demi generasi. Hal ini telah dirasakan dan disaksikan oleh orang-orang yang diberikan bashirah (ilmu) oleh Allah. Banyak kita jumpai penampilan Islam yang berwarna-warni, baik dari amalan, ucapan, dan keyakinan.
“Warna-warni” inilah yang sering menimbulkan friksi di antara sesama muslim hingga berujung pada pudarnya persatuan dan kesatuan umat Islam. Walhasil, umat ini menjadi sangat lemah dan siap menjadi santapan musuh-musuhnya.
Munculnya kelompok-kelompok di dalam Islam, merupakan bukti konkrit adanya perbedaan yang besar dan warna-warninya penampilan Islam itu. Yang satu berpakaian serba merah dan mengangkat Islam sebagai simbol. Yang lain dengan warna hijau, hitam, kuning, putih, dan sebagainya. Masing-masing memiliki konsep, prinsip, jalan, dan tujuan yang berbeda dengan yang lainnya. Bahkan, karena perbedaan mendasar itu, ada yang siap menumpahkan darah yang lainnya. Apakah demikian Islam itu? Lalu manakah yang benar? Dan manakah yang harus diikuti?
Yang demikian ini, setelah berlalunya masa risalah (masa kenabian) dan pergantian generasi demi generasi, sangat terasa. Ironisnya, Islam dalam pandangan kaum muslimin saat ini hanya sebatas “yang penting Islam”, apapun alirannya, ajarannya, warnanya, jalannya, baunya, dan sebagainya. Padahal justru dengan sebab ini, hilanglah kemuliaan, kewibawaan, kejayaan, dan kekuatan umat Islam. Serta menjadikan musuh-musuh Islam berani dan memiliki kewibawaan di mata kaum muslimin.
Kemurnian dan kesempurnaan Islam itu pun kian jauh panggang dari api. Yang satu ingin menambah dan yang lain ingin mengurangi, bahkan mempretelinya. Hanya dengan mencari sumber kemurniannya kepada orang yang telah dinobatkan oleh Allah sebagai penelusur jejak Rasulullah -para shahabat, tabi’in dan tabi’ut tabi’in- saja, niscaya kemurnian Islam itu akan diperoleh.
Manhaj Salaf adalah Ridha, Cinta, dan Ampunan Allah
Selain sebagai cermin kemurnian Islam, manhaj salaf juga merupakan perwujudan ridha Allah, cinta, dan ampunan-Nya. Allah berfirman tentang mereka yang berjalan di atas manhaj salaf ini:
“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.” (At-Taubah: 100)
As Sa’dy1 dalam tafsir ayat ini mengatakan, mereka adalah orang-orang yang lebih dahulu masuk Islam dan yang terlebih dahulu dalam keimanan, hijrah, jihad, dan memperjuangkan agama Allah. Kaum Muhajirin, adalah orang-orang yang dikeluarkan dari negeri mereka dan dipisahkan dari harta benda mereka, semata-mata hanya mencari keutamaan dari Allah dan keridhaan-Nya. Mereka membela agama Allah dan Rasul-Nya, dan mereka adalah orang-orang yang jujur.
Sementara kaum Anshar, adalah orang-orang yang menetap di kota Madinah, mencintai orang-orang yang berhijrah. Mereka tidak dihinggapi perasaan berat hati atas apa-apa yang mereka infakkan kepada kaum Muhajirin, serta mengutamakan kaum Muhajirin meskipun mereka membutuhkannya.
Merekalah kaum yang mendapatkan keselamatan dari cercaan dan mendapatkan pujian dan keutamaan dari Allah. Allah meridhai mereka dan mereka ridha kepada Allah. Allah mempersiapkan bagi mereka surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dan kekal di dalamnya.
Allah di dalam Al Qur’an berfirman:
“Katakanlah: ‘Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.’ Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Ali-Imran: 31)
As Sa’dy dalam tafsirnya mengatakan: “Ayat ini merupakan tolok ukur cinta seseorang kepada Allah dengan sebenar-benarnya cinta atau hanya pura-pura mengaku cinta. Tanda cinta kepada Allah adalah ittiba’ (mengikuti) Rasulullah , yang Allah telah menjadikan sikap ini (ittiba’) dan segala apa yang diserukan sebagai jalan untuk mendapatkan cinta dan ridha Allah . Dan tidak akan didapati kecintaan dari Allah , ridha dan pahala-Nya, melainkan dengan cara membenarkan apa yang dibawa Rasulullah sebagaimana yang ada di dalam Al Qur’an dan As Sunnah, dengan cara melaksanakan apa yang dikandung keduanya, dan menjauhi apa yang dilarangnya. Maka barangsiapa melakukan hal ini, sungguh ia telah dicintai oleh Allah , dibalas sebagaimana balasan terhadap kekasih Allah , diampuni dosanya, dan ditutupi segala aibnya. Maka (ayat ini) seakan-akan (menjelaskan) bagaimana hakekat mengikuti Rasulullah dan bagaimana sifatnya.”
Simbol Kemenangan dan Kejayaan Umat
Meskipun Islam semakin kabur, namun pewaris kemurnian Islam akan tetap ada sepanjang kehidupan manusia ini sampai hari kiamat. Mereka telah dipersiapkan oleh Allah untuk meneruskan perjuangan Rasulullah dan generasi beliau yang terbaik. Merekalah yang akan terus menyuarakan kemurnian Islam. Dan bersama merekalah kemenangan dan kejayaannya. Itulah janji Allah yang tidak bisa dipungkiri.
Merekalah yang disebut Rasulullah sebagai generasi pejuang yang telah mengambil pedang perjuangan Rasulullah yang diwariskan setelah wafatnya, untuk membabat gerakan-gerakan penjegalan terhadap syariat Allah . Dan mereka pulalah yang dipersiapkan Allah sebagai perisai dan benteng terhadap kebenaran dalam pertarungan antara yang hak dan batil. Allah menjelaskan di dalam Al Qur’an:
“Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al Qur’an dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (Al-Hijr: 9)
Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin di dalam kitab Syarah Aqidah Wasithiyyah hal. 25 mengatakan, “Akan tetapi semua pujian bagi Allah semata. Tiadalah seseorang melakukan kebid’ahan, melainkan Allah membangkitkan -dengan nikmat dan karunia-Nya- orang-orang yang akan menjelaskan kebid’ahan tersebut dan yang akan melumatkannya dengan kebenaran. Dan ini termasuk dari makna yang terkandung dalam firman Allah (Al-Hijr: 9). Dan ini merupakan wujud nyata penjagaan Allah terhadap “Ad Dzikr” (maksudnya Al Qur’an, red) dan ini juga merupakan tuntutan hikmah Allah .”
Rasulullah bersabda dalam hadits yang diriwayatkan Imam Al Bukhari dan Muslim dari shahabat Mua’wiyah dan Mughirah bin Syu’bah dan diriwayatkan Imam Muslim dari shahabat Tsauban, Jabir bin Samurah, Jabir bin Abdillah, Sa’ad bin Abi Waqqash, dan Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash radhiallahu ‘anhum:
“Terus menerus ada sekelompok kecil dari umatku memperjuangkan kebenaran. Tidak akan memudharatkan mereka orang-orang yang berusaha menghinakan mereka sampai datang keputusan Allah dan mereka tetap dalam keadaan yang demikian itu.” (Shahih, HR. Muslim dengan lafadznya)
Siapakah yang dimaksud oleh Rasulullah “satu kelompok dari umatnya itu yang selalu memperjuangkan kebenaran dan selalu mendapatkan kemenangan?”
Imam Ahmad mengatakan: “ Kalau bukan ahli hadits yang dimaksud, maka saya tidak mengetahui (lagi) siapa mereka”.
Umar bin Hafsh bin Ghiyats mengatakan: “Aku telah mendengar ayahku ketika ditanyakan kepadanya: ‘Tidakkah kamu melihat ahlul hadits dan apa-apa yang mereka berada di atasnya?’ Dia menjawab: ‘Mereka adalah sebaik-baik penduduk dunia’.”
Abu Bakar bin ‘Ayyash mengatakan, “Aku berharap bahwa ahlul hadits adalah sebaik-baik manusia.” (Lihat kitab Makanatu Ahlil Hadits hal 53-54).
Rasulullah bersabda: “Tidak ada seorangpun dari nabi yang diutus sebelumku kepada suatu umat melainkan ada pada umatnya hawariyyun (para pembela) dan shahabatnya yang memegang sunnahnya dan yang mengikuti perintahnya.” (HR. Bukhari dan Muslim dari shahabat Abdullah bin Mas’ud)
Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya Allah akan membangkitkan pada setiap awal seratus tahun orang-orang yang akan mengadakan pembaharuan terhadap agama umat ini.” (Shahih, HR. Abu Daud dari shahabat Abu Hurairah dan dishahihkan Syaikh Al Albany dalam kitab “Shahih Sunan Abu Daud no. 3656” dan di dalam kitab “Silsilah Hadits Shahih no. 599” dan di dalam kitab “Shahih Jami’us Shaghir no. 1874”).
Imam Ahmad bin Hanbal berkata, sebagaimana dinukil Imam Dzahabi dalam kitab As Siar 10/46: “Sesungguhnya Allah akan membangkitkan pada umat di awal setiap seratus tahun orang-orang yang akan mengajarkan mereka sunnah dan membungkam setiap kedustaan atas nama Rasulullah . Maka tatkala kami melihat dan memeriksa, ternyata pada awal seratus tahun pertama muncul Umar bin Abdul Aziz dan pada seratus tahun kedua Imam Syafi’i.” (Lihat Silsilah Hadits Shahih 2/148)
Manhaj Salaf Manhaj yang Benar
Manhaj inilah yang mendapatkan pujian kebaikan dari lisan Rasulullah berikut dengan orang-orang yang berjalan di atasnya, sebagaimana sabda beliau:
“Sebaik-baik manusia adalah generasiku, kemudian orang-orang setelah mereka, dan kemudian orang-orang setelah mereka.” (Shahih, HR. Bukhari dan Muslim dari shahabat Imran bin Husein dan Abdullah bin Mas’ud)
Maka, para pengikut manhaj ini adalah generasi terbaik yang diridhai oleh Allah. Di dalam kitab Manhajus Salaf Fit Ta’amul Ma’a Kutubi Ahlil Bida’i hal. 3 karya Abu Ibrahim Muhammad bin Muhammad bin Abdillah bin Mani’ dikatakan: “Pujian kebaikan menunjukkan kebenaran akidah, mengikuti Rasulullah tidak akan mencukupkan mereka.” Wallahu A’lam.
Sumber Bacaan:
1. Al Qur’an
2. Riyadhus Shalihin – Imam An Nawawi
3. Taisir Karimir Rahman – Syaikh As-Sa’dy
4. Syarah Aqidah Wasithiyyah – Syaikh Utsaimin
5. Silsilah Hadits Shahih – Syaikh Al Albani
6. Makanatu Ahlil Hadits – Syaikh Dr.Rabi’
7. Manhajus salaf Fitta’amul Ma’a kutubi Ahlil Bida’i – Muhammad bin Mani’
DIarsipkan di bawah: Akhlak & Adab, CURHAT, FATWA, Fiqih, Manhaj, PNS, Syubhat, Tips, UNTAN, politik | Ditandai: aktivitas, ampah, CURHAT, Fatwa Salafy, Identitas, islam, Jum'at, kekerasan, Listrik, PNS, salafi, syukur












Itu kan menurut Ente…
Dan, fajar perubahan pun mulai berhembus di negeri Saudi. Sekarang pemerintah KSA mengakui ke-4 madzhab ahlussunnah yang ada, dan meninggalkan paham kolot Salafy…
Buktikan bahwa diri Anda pun mau menghargai perbedaan pendapat di kalangan ke-4 mazhab tsb dan bukan malahan memusuhinya dan menjudgnya sebagai sesuatu yang sesat dan hanya golongan Anda (Salafy) sendiri yang benar.
Kesiapan Anda dimuali dengan tidak mendelete dan meng-edit komen ini di blog Anda. Siap, Jendral?
” Itu kan menurut Ente…
Dan, fajar perubahan pun mulai berhembus di negeri Saudi. Sekarang pemerintah KSA mengakui ke-4 madzhab ahlussunnah yang ada, dan meninggalkan paham kolot Salafy…”
Kata-kata ini kan juga menurut ente…..buktikan dong bahwa saudi meninggalkan pemahaman salafi…???…
)
Bukankah jelas diberitakan bahwa kalangan yang cinta syirik dan bid’ah inilah yang mengatakan bahwa salafi itu sesat…bukan sebaliknya….sekarang buktikan kesesatannya…!!! gitu aja koq repot (itupun kata orang model ente…)
Lihat berita tadi pagi kan….salah seorang pimpinan PBNU mendukung “ponari” supaya prakteknya tidak ditutup…he..he..he…itulah golongan ente…senengnya sama perbuatan yang menyimpang…… peace aahh….
Peace juga ah,waduh mas,mbok y dilihat dulu tulisannya.ini adalah menunjukkan jalan kebenaran.bukannya men judgje seseorang. manusia adalah makhluk yg penuh dgn kekhilafan,afwan jika antum tersinggung.tapi bukalah hati nurani,menerima kebenaran.
Assalaamu’alaykum
semoga hidayah Allah datang bagi yg belum mengenal dakwah yang haq ini.
Rasulullah Shalallaahu’alaihiwasalaam bersabda “islam dimulai dengan asing, dan kelak akan kembali menjadi asing, berbahagialah orang2 yang asing” [HR.Muslim]
Belum tentu gerakan/organisasi yang namanya salaf* itu menurut manhaj salafus shalih. Kita harus selalu menghargai pendapat yang meuncul dari dalil Islam/pemikiran Islam.
Bisa jadi organisasi yang tidak bernama salaf* itu mengikuti salafus shalih
seandainya FAJRI FM 91,4 MHz ada di Lombok dan mereka mendengarkan dalil Quran dan As Sunnah dan ijm para salafushaleh
memang benar, bahwa mereka yang memakai nama salafy pada kelompok ataupun jamaahnya, melum tentu pengikut salaf yang benar.
satu yang pasti, bahwasanya orang – orang salaf tidak mudah mengkafirkan atau membid’ahkan ummat islam lain diluar kelompoknya.
sebaiknya kita banyak belajar dan beramal, tidak usah saling menyalahkan satu sama lain.
Salafiy sm wahaBi ada beDanya ga sich . . . ?
Kebenaran itu tidak bisa dilihat dari banyaknya orang yang melakukan. Akan tetapi, kebenaran itu dilihat dari ada tidaknya dalil dari Alqur’an dan Sunnah menurut pemahaman para Sahabat, tabi’in dan tabi’ut tabi’in sebagaimana telah disabdakan oleh Rasulullah sollallahu ‘alaihi wa sallam.
Orang yang melakukan penyerangan itu, para wanita tidak memakai hijab, berbaur dengan laki laki, dan masih banyak lagi… apakah itu dikatakan sebagai orang yang benar dalam beragama?… Ana kira antum semua yang baca tau jawabannya..
http://www.aboureeck.multiply.com
orang-orang yang menyerang saudaranya muslim berarti ia telah memusuhi rasulnya, karena Rasul sendiri memuliakan kaum muslimin yang tidak berdosa, apalagi sampai menyerang masjid tempat ibadah berarti ia mendukung kaum zionis yang. wahai kaum muslimin….!jagalah persatuan agar kalian bahagia dunia maupun akhirat hindarilah permusuhan yang tidak ada manfaatnya.
orang-orang yang menyerang saudaranya muslim berarti ia telah memusuhi rasulnya, karena Rasul sendiri memuliakan kaum muslimin yang tidak berdosa, apalagi sampai menyerang masjid tempat ibadah berarti ia mendukung kaum zionis yang telah menghancurkan banyak masjid dipalestina. wahai kaum muslimin….!jagalah persatuan agar kalian bahagia dunia maupun akhirat, hindarilah permusuhan yang tidak ada manfaatnya dan mendatangkan dosa.
bila melihat kondisi sekarang banyak ibadah-ibadah yang dianggap baik padahal sesungguhnya TIDAK PERNAH DIAJARKAN OLEH NABI MUHAMMAD SAW sendiri
wes wes wes!!!! gak ada gunanya kalian berdebat… ingat surat al baqoroh??? mangkanya debat itu=haram. sudahlah… saya penganut manhaj mulia ini (salafus shalih). saya cuma berpesan. isbir yaa akhi/ ukhti.
kalau dengan orang kafir saja kita di ajarkan tidak asal sikat, kenapa dengan sesama muslim harus berantem? kita punya visi besar yaitu mengembalikan kejayaan Islam, tentu saja butuh kerja sama semua komponen kaum muslimin. iya kan..?
huh!!! selalu begitu
umat muslim mah ga pernah akur dari dulu gimana mau maju kayak gini…
il fiill gw jadinya
subhanalloh
saudaraku semua Waktu dan tenaga sudah cukup banyak terbuang untuk terus saling mengkritik dan menghujat
bukankah kita lebih baik mengadakan perbaikan?
mari satukan niat demi tegaknya Islam di Bumi Tercinta
Subhnakallohma wabhmdika……
ketika saya datang ke as sofwa di lenteng agung ( biara salafy turotsi), ustadz2 as sofwa bilang haram hukumnya bermajelis dan bertalim dengan salafy yamani.
ketika saya hadir di Jalan Haji Asmawi Jakarta selatan ( biara salafy wahdah islamiyyah), ustad2 salafy wahdah bilang salafiyyin aliran turotsi itu hizbi antek PKS dan ikhwanul muslimin yang termasuk 72 golongan yang masuk neraka jahanam.
ketika saya hadir ditaklim salafy yang ada di masjid hidyatusalihin poltangan pasarminggu ( gereja markas geng salafy sururi), ustad2nya bilang kalau salafy wahdah islamiyyah adalah khawarij anjing2 neraka yang menggunakan sistem marhala.
ketika saya hadir di masjid fatahillah ( salah satu sinagog salafy yamani), rabi-rabi salafy yamaninya bilang kalau salafy sururi, salafy haroki, salafy turotsi, salafy ghuroba, salafy wahdah islamiyyah, salafy MTA, salafy persis, salafy ikhwani, salafy hadadi, salafy turoby bukanlah salafy tapi salaf-i (salafi imitasi) yang khawarij, bidah dan hizbi.
Jafar Umar Thalib (salafy ghuroba) bilang kalau Abdul Hakim Abdat ( salafy turotsi)itu ustad otodidak yang pakar hadas ( najis) bukan pakar hadis
Muhamad Umar As Seweed ( salafy yamani) bilang kalau Jafar Umar Thalib itu ahli bidah dan khawarij. bahkan komplotan as seweed bikin buku dengan judul ” pedang tertuju di leher Jafar Umar Thalib” yang artinya Jafar Umar Thalib halal dibunuh
Abdul Hakim Abdat (salafy turotsi) bilang kalau salafy Wahdah Islamiyyah itu sesat menyesatkan dan melakukan dosa besar (hanya) dengan mendirikan yayasan/organisasi.oragnisasi adalah hizbi.
salafy Wahdah Islamiyyah bilang kalau kalau salafy Yamani dan Abdul Hakim Abdat itu salafy2 primitif dan terbelakang yang hanya cocok hidup di jaman puba atau pra sejarah.
pokoknya tak terhitung lagi perseteruan antar salafy. dan….ini baru kisah perseteruan antar sesama salafy, belum lagi perseteruan salafy dengan NU, Persis, Muhamadiyyah, Majelis Rasulullah, PKS, DDII, tarbiyyah, Nurul Musthofa, HTI dan banyak lagi.
ironis sekali, salafy yang mengaku2 anti perpecahan, anti hizbi kok malah berperan sebagai aktor utama perpecahan umat islam.juga sebagai biang kerok kekisruhan dikalangan ahlu sunnah. salafy sendirilah penyebab dakwah salafusalihin menjadi hancur berantakan.
ironis sekali, rabi-rabi salafy yang konon belajar jauh2 dan lama2 ke timur tengah, tapi ditataran basic yaitu akhlak, sangat bejat dan arogan.
mereka tak ubahnya seperti orang dungu narsis yang tenggelam di lautan tumpukan buku2 tebal.
yah…keledai ditengah tumpukan buku2 tebal tetap saja keledai.
jangan halangi dakwah salaf, biarkan salafy sendiri yang menghalangi dakwah salaf.
jangan memecah belah barisan salaf, karena barisan salaf akan berpecah belah dengan sendirinya dan secara alami.
jangan hancurkan salafy, karena cukup salafy sendiri dengan kesadaran penuh dan suka cita menghancurkan dirinya sendiri.
sudah terlalu lama firqoh salafy dari apapun alirannnya dan sektenya melukai umat islam, melukai ahlu sunnah, melukai ahlu atsar dengan gaya2nya yang egomaniak. mungkin sekarang tiba saatnya pembalasan dari Allah azawajalla.
gara2 cara dan tabiat orang salafylah yang menyebabkan masyarakat awam menjadi benci terhadap sunnah
ana bingung, antum itu abu salma yang salafy atau abu salma yang ikhwani, Sesungguhnya jalan kebenaran terbentang di depan mata. tetapi kemunafikan hati-hati antum yang menghalangi cahaya hidayah.
Bismillah
Berikut nama-nama lain ahlussunnah wal jama’ah;
-Ahlusunnah
-Atau kadang disebut Jama’ah
-Atau di gabung Ahlussunnah wal jama’ah
-ashhabul hadits atau ahlul hadits ( ahlul hadits di sebagian istilah ulama salaf terdahulu bukan hanya nama bagi orang yg belajar hadits , akan tetapi sebutan bagi mereka yg berpegang teguh dg Sunnah saat Bid’ah merajalela)
-Firqoh An Najiah
-Thoifah al manshuroh
-Kadang disebut Guroba juga atau ahlul Gurbah
-kadang Ahlul Ilmi
-Salafus sholih
-Kadang Salaf ( Seorang imam muslimin besar dari madzhab Syafi’i mengarang kitab yg berjudul Aqidatus Salaf Ashhabil Hadits) yaitu imam As shobuny as syafi’ey
berikut diantar kitab rujukan Salafy atau salafiyah dalam mengambil agama berupa Aqidah dari golongan Syafiiyyah:
-At tauhid punyanya ulama besar syafi’ey; Ibn Khuzaimah
-ar Rod alal jahmiyah punya imam Ad darimy as syafi’ey
-ar Rod alal marisy punya Imam Ad Darimy as syafie’y
-Aqidatus Salaf ashhabul hadits punya imam as shobuny as syafi’ey
-Risalah kecil punyanya muzanny Murid imam as syafi’ey
-Nasehat-nasehat imam syafi’ey ,,,yg banyak dikumpulkan oleh para syafiiyyah diantaranya Imam syuyuthi menukilkannya dalam kitabnya yg berjudul Al Amru bil Ittiba’ wan nahyu an Ibtida’( ana nasehatakan orang yg mengaku syafiiyyah agar membaca kitab imam syuyuthi ini agar mereka tahu bahwa memerangi syirik dan Khurofat bukan dimuai oleh Muhammad Abdul wahhab saja)
- Al Uluw punya imam Ad dzahaby as syafiey
Dan lain2 ,berikut Rujukan mereka( salafiyah) dari madzhab lain seperti madzhab hanabilah:
seperti:
-Ushulus sunnah punya imam ahmad ibn hambal
-Ar rod alal jahmiyah Punya imam ahmad Ibnu Hambal
-As sunnah punya putara imam ahmad abdulloh
-syarhussunnah lil barbahary
-Al ibanah punya imam ibnu baththohl
-Syarhu aqidah ahlissunnah wal jamaa’h punya imam al lalikaiy
Dan masih banyak lagi
rujukan dari imam al asy’ary:
-al ibanah
-Maqolat islamiyin
dan maroji’ dari berbagai madhzab ahlussunnah lainnya dari golongan Malikiyyah dan hanafiyah . Yang ingin mengetahui Salafiyah agar membaca Refrensi mereka dulu baru Menghukum sesat atau tidak. berbuatlah adil karena itu lebih dekat terhadap taqwa,,,,,!!
Terima kasih
Maaf atas kesalahan dalam mengetik dikarenakan kybod ana agak encok nih. Jadilah syafi’iy salafy, atau hambali salafy, hanafy salafy, atau maliky salafy yang penting bermanhaj Salaf semoga Alloh beri petunjuk kepada kita baik yg udah tahu salafiyah dan beum tahu. Sesemua masih mencari hidayah dan sa’adah dunia akhirat. Allohu yahdi man yakhofu waiid….
wah debat terus bakalan ngak ketemu, wong hamas sama fatah ngak bisa akur, cuma kita jgn terpengeruh adat istiadat timur tengah bang! !!! coban klo majapahit ngak ksih kesempatan buat wali songo ngak bakalan kita jd islam, malah majapahit kasih tanah di ampel.
tes
rasyid abu nafi’…sebaiknya ente diam..sok tau bnget nyebut2 KSA ..dengerin yaa…kalo ga punya ilmu lebih baik diam alias merem aja…jgn koment ga jelas,…
abu salma..kok gtu sich..ust2 itu ente kira keledai yg tenggelam dlm tumpukan kitab2…kalo yg ente bela2 adalah akhlaq doang ato tatakrama maka mngkin yg benar adalah nasrani,liberalisme dan ato jama;ah tabligh..ga fair kyaknya nyudutin salafy hanya krena sikap sorng da’inya yg ga ente sukai….bgimanapun kbenaran itu ada wahai abu salma..
kok pada tengkarsih,ngeributin ini,ngeributin itu,islam itu amat ganpang ,mudah n sangat jelas,kita cuman di suruh ngikut cara beraggama nabi n sahabat beliu,kl emang orang salafi itu ,aggama mereka tidak mengikuti apa yang di contoh rasulullah n sahabat beliu,mereka salah jalan,tp kl sebalik nya,, kita yang harus belajar islam ini dl, baru kita beri komentar,,,wallah hu alam